Hari Pertama Kuliah di Uzbekistan: Mengantar Alumni Labschool Unesa Memulai Perjalanan Baru

Hari ini menjadi pengalaman yang cukup berkesan bagi kami di
Uzbekistan. Kami berkesempatan hadir langsung dalam hari pertama orientasi mahasiswa
baru di Uzbekistan State World Languages University (UzSWLU), sekaligus
mengantarkan dua alumni SMA Labschool Unesa 1 yang akan memulai
pendidikan tinggi mereka di kampus ini.

Pada tahun 2026, dua alumni SMA Labschool Unesa 1
memperoleh beasiswa dari UzSWLU untuk melanjutkan studi di Uzbekistan. Bagi
kami, kehadiran di hari pertama mereka bukan hanya tentang mengantarkan dua
lulusan memasuki jenjang pendidikan yang baru, tetapi juga menjadi kesempatan
untuk melihat secara langsung bagaimana kehidupan akademik di negara lain
dimulai.
Ada beberapa hal menarik yang langsung terasa sejak kegiatan
orientasi berlangsung.
Berbeda dengan kegiatan orientasi mahasiswa baru di
Indonesia yang umumnya dibuka melalui acara besar di auditorium atau lapangan
dengan seluruh mahasiswa baru berkumpul dalam satu tempat, pembukaan di UzSWLU
berlangsung lebih dekat dengan lingkungan akademik masing-masing mahasiswa.
Kegiatan dilaksanakan di tingkat fakultas dan departemen.
Rektor universitas berkeliling dari satu fakultas ke fakultas lainnya untuk
menyambut mahasiswa baru secara langsung. Setelah itu, mahasiswa berkumpul di
departemen masing-masing untuk mengenal lingkungan akademik yang nantinya akan
menjadi tempat mereka belajar selama beberapa tahun ke depan.
Di tingkat departemen, mahasiswa diperkenalkan kepada dosen,
tenaga kependidikan, serta berbagai unsur civitas akademika. Dekan pun
berkeliling ke setiap departemen untuk memberikan sambutan kepada para
mahasiswa baru.
Suasana yang tercipta terasa lebih kecil dan personal.
Mahasiswa sejak awal tidak hanya dikenalkan pada universitas sebagai sebuah
institusi besar, tetapi langsung diperkenalkan kepada orang-orang dan
lingkungan akademik yang akan mereka temui sehari-hari.
Hal lain yang cukup menarik perhatian kami adalah
penyelenggaraan kegiatan orientasinya.
Seluruh rangkaian kegiatan terlihat ditangani langsung oleh dosen dan tenaga kependidikan. Hal ini cukup berbeda dengan pengalaman yang umum ditemui di banyak perguruan tinggi di Indonesia, di mana mahasiswa senior dan organisasi kemahasiswaan biasanya memiliki peran cukup besar dalam merancang maupun menjalankan kegiatan orientasi.

Di UzSWLU, sejak proses penyambutan hingga pengenalan
departemen, dosen dan tenaga kependidikan terlihat mengambil peran utama.
Dengan demikian, interaksi pertama mahasiswa baru dengan kampus sejak hari
pertama memang langsung terjadi dengan lingkungan akademiknya.
Pemandangan lain yang menarik adalah banyaknya orang tua
yang hadir.
Para orang tua tidak hanya mengantarkan anak mereka sampai
gerbang kampus, tetapi beberapa terlihat ikut memasuki lingkungan universitas
dan menghadiri sesi pembukaan awal. Kehadiran mereka membuat suasana hari
pertama kuliah terasa seperti sebuah momen keluarga—sebuah transisi ketika anak
mulai memasuki kehidupan baru, sementara orang tua turut menyaksikan langkah
pertamanya.
Setelah rangkaian pembukaan dan pengenalan selesai,
mahasiswa kemudian mulai mengikuti kegiatan di departemen masing-masing dan
mendapatkan berbagai informasi mengenai proses akademik, lingkungan kampus,
serta kehidupan sebagai mahasiswa UzSWLU.
Share It On: