Melihat Labschool Unesa dari Kacamata Mahasiswa Magang Internasional
Surabaya — Apa yang membuat sebuah sekolah begitu berkesan bagi mahasiswa magang internasional? Apakah ruang kelasnya, pengalaman mengajarnya, atau kesempatan tinggal di negara lain?
Bagi para mahasiswa magang dari Uzbekistan State World Languages University (UzSWLU), jawabannya jauh lebih dari itu. Selama satu bulan menjalani program magang di SMP Labschool Unesa 2 dan SMP Labschool Unesa 3, mereka menemukan bahwa pembelajaran paling bermakna justru hadir di luar rencana pembelajaran—melalui interaksi sehari-hari, kolaborasi, dan karakter orang-orang yang mereka temui.
Selama periode 27 April hingga 25 Mei 2026, para mahasiswa magang menjadi bagian dari kehidupan sekolah. Mereka mendampingi proses pembelajaran di kelas, memfasilitasi kegiatan berbahasa Inggris, membimbing murid, mengikuti program pertukaran budaya, terlibat dalam berbagai kegiatan sekolah, mengamati proses pembelajaran, hingga berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler. Pengalaman tersebut membuat mereka tidak hanya mengamati sistem pendidikan Indonesia, tetapi juga merasakan langsung bagaimana proses belajar berlangsung dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.
Salah satu hal yang paling membekas bagi mereka adalah antusiasme murid Labschool Unesa. Baik saat pembelajaran di kelas, kegiatan berbahasa Inggris, maupun sesi pertukaran budaya, para murid menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi serta kepercayaan diri untuk berkomunikasi dengan tamu internasional. Semangat belajar tersebut menciptakan suasana yang hangat dan interaktif, di mana bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga jembatan untuk membangun persahabatan lintas budaya.
Program magang ini juga memberikan kesempatan bagi para peserta untuk melihat bagaimana pendidikan karakter diterapkan dalam kehidupan sekolah sehari-hari. Sikap saling menghormati antara guru dan murid, kolaborasi yang erat antarpendidik, serta budaya kebersamaan yang tumbuh di lingkungan sekolah bukan sekadar nilai yang diajarkan di dalam kelas, melainkan menjadi kebiasaan yang terlihat dalam setiap interaksi.
Bahkan sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, suasana tersebut sudah terasa. Sambutan hangat dari guru dan murid membuat para mahasiswa magang merasa diterima sejak hari pertama. Keramahan itu membantu mereka beradaptasi dengan cepat di lingkungan yang sama sekali baru. Sepanjang program berlangsung, rasa kekeluargaan tersebut terus mereka rasakan, sehingga sekolah tidak hanya menjadi tempat bekerja, tetapi juga menjadi komunitas tempat mereka belajar dan bertumbuh bersama.
Sebagai calon pendidik, para mahasiswa juga memperoleh banyak wawasan mengenai bagaimana sekolah di Indonesia mengelola proses pembelajaran. Dengan mendampingi guru secara langsung, mereka mempelajari pengelolaan kelas, budaya sekolah, serta pentingnya kolaborasi dalam kegiatan belajar mengajar. Pada saat yang sama, mereka dapat menerapkan pengetahuan pedagogis yang telah dipelajari di bangku kuliah dalam situasi nyata. Pengalaman ini tidak hanya meningkatkan kompetensi profesional mereka, tetapi juga membangun rasa percaya diri dalam berkomunikasi, memimpin aktivitas kelas, dan bekerja di lingkungan yang multikultural.
Di luar aspek akademik, para peserta juga mengapresiasi lingkungan belajar yang holistik di Labschool Unesa. Pembelajaran yang terintegrasi dengan teknologi, program multibahasa, kerja sama internasional, beragam kegiatan ekstrakurikuler, serta dukungan para guru memberikan ruang bagi murid untuk berkembang secara akademik sekaligus membangun karakter. Perpaduan berbagai aspek tersebut memberikan perspektif baru bagi para mahasiswa magang tentang bagaimana sekolah dapat mempersiapkan generasi muda menghadapi dunia global tanpa kehilangan akar budaya dan nilai-nilai lokal.
Tinggal dan belajar di Indonesia juga menjadi pengalaman budaya yang sangat berharga. Melalui interaksi sehari-hari, tradisi lokal, kegiatan sekolah, hingga percakapan sederhana bersama murid dan guru, mereka mengenal lebih dekat nilai-nilai seperti kerendahan hati, kesabaran, saling menghormati, dan semangat bekerja sama. Pengalaman tersebut membuat mereka menjadi pribadi yang lebih terbuka, mudah beradaptasi, serta memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap keberagaman budaya—bekal penting bagi seorang pendidik di era global.
Pada akhirnya, program magang ini menunjukkan bahwa sebuah program internasional yang bermakna tidak hanya dibangun melalui kolaborasi akademik, tetapi juga melalui hubungan antarmanusia yang tulus. Kedekatan yang terjalin dengan murid dan guru mengubah pengalaman mengajar selama satu bulan menjadi perjalanan belajar yang penuh makna bagi semua pihak.
Pengalaman ini mencerminkan komitmen Labschool Unesa sebagai School of Character, yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga menumbuhkan empati, kolaborasi, wawasan global, dan penghargaan terhadap keberagaman. Melalui lingkungan belajar yang mendorong interaksi internasional sekaligus menguatkan nilai-nilai karakter, Labschool Unesa menghadirkan pengalaman belajar yang memberikan manfaat, baik bagi murid maupun calon pendidik dari berbagai negara.
Artikel ini disusun berdasarkan pengalaman bersama Jasmina Abdurasulova, Yasmina Yusufova, dan Abdullaeva Mukhlisa selama mengikuti program magang internasional di Labschool Unesa.
Share It On: